ALC | Adat Law Center
WebAdmin_ADATLAWUI

By

Oleh: BONO BUDI PRIAMBODO III. Penindasan Ganda, Keretakan Jiwa Hukum, dan Dimensi Moral Meskipun secara teoritis dan filosofis konsep rechtsgemeenschap ini sangat agung, dalam praksis riil administrasi pemerintahan kolonial Hindia Belanda, keberadaannya berada dalam paradoks yang tragis. Komunitas-komunitas hukum ini—gampong di Aceh, huta di Batak, nagari di Minangkabau, desa di Jawa, Madura, dan Bali—jika tidak diabaikan...
Read More
Oleh: BONO BUDI PRIAMBODO Dalam lanskap kecendekiawanan hukum adat (adat jurisprudence) di Indonesia, terdapat sebuah triangulasi konsep yang menjadi pilar penopang seluruh bangunan teoretisnya. Tiga konsep tersebut adalah adatrecht (hukum adat) itu sendiri, beschikkingsrecht (hak petuanan/ hak asal-usul/hak ulayat), dan rechtsgemeenschap (masyarakat hukum atau komunitas hukum). Di antara ketiganya, rechtsgemeenschap menempati posisi yang paling pivotal. Konsep...
Read More
Oleh: BONO BUDI PRIAMBODO III. Sublimasi, “Renapan” Hazairin, dan Universalisasi Hukum Adat Pada era kontemporer, muncul kesalahpahaman massal yang kembali mengidentikkan hukum adat dengan hukum lokal yang tradisional dan eksotis, udik dan kolot. Ini adalah sebuah penyempitan yang naif. Generasi yuris pasca-kemerdekaan Indonesia—yang merupakan murid-murid tidak langsung van Vollenhoven, seperti Soepomo, Djojodigoeno, Hazairin, hingga Satjipto Rahardjo—telah...
Read More
Oleh: BONO BUDI PRIAMBODO Sebuah perjalanan epistemologis sering kali dimulai dari pembongkaran mitos-mitos akademis yang mapan. Dalam diskursus hukum di Indonesia, Cornelis van Vollenhoven kerap kali diromantisasi sebagai “pahlawan pembela hukum adat” atau sekadar ilmuwan yang didorong oleh keingintahuan intelektual yang murni dan empati kemanusiaan. Namun, jika direnungkan lebih dalam, motif di balik dedikasi van...
Read More
Ilustrasi AI
oleh: MEINA ASTI & AGUS WINAHYO Pernahkah Anda melihat seorang penonton di platform live streaming menyumbangkan uang puluhan juta rupiah kepada seorang streamer yang rumahnya jauh lebih mewah dari rumah sang penyumbang sendiri? Di dunia digital hari ini, pemandangan ini bukan lagi anomali, melainkan sebuah industri bernilai miliaran dolar. Sebuah pertanyaan mendasar muncul: Mengapa seseorang...
Read More
Ilustrasi AI
Oleh: Ika Nur Cahyawati Pernahkah kita merenungkan arti kata “Iman”? Kalau dalam bahasa Arab, kata Iman itu satu akar kata dengan Aman. Jadi, harusnya beriman itu artinya merasa aman, tenang, dan terlindungi di dalam pelukan kasih sayang Tuhan. Tapi di Indonesia, kita biasa bilang “Iman kepada…”. Kata “kepada” ini secara tidak sadar bikin kita merasa Tuhan...
Read More
Ilustrasi AI
Oleh: I MADE PAWITRA W.A.P. Pendidikan dan praktik hukum modern di Indonesia tengah menghadapi krisis eksistensial yang akut. Hukum kerap kali direduksi sekadar menjadi teks-teks kaku dalam lembaran negara, sementara penelitian hukum terjebak dalam pelabelan metodologis yang mekanis tanpa menyentuh substansi keadilan. Melalui ruang diskursus ini, diletakkan sebuah refleksi mendalam mengenai hakikat ilmu hukum—atau yang lebih...
Read More
ilustrasi AI
Oleh: AGUS WINAHYO Pernahkah kamu membayangkan sebuah negara yang tidak dipimpin lewat Pemilu yang bising, melainkan oleh sebuah Majelis Orang Bijak? Isinya adalah para orang tua atau tokoh yang dihormati karena kebijaksanaan, moral, dan kedalaman ilmu mereka. Di dalam sistem ideal ini, keputusan diambil bukan lewat adu populer, melainkan lewat diskusi mendalam demi kebaikan bersama. Keren,...
Read More
ilustrasi AI
oleh: BONO BUDI PRIAMBODO Mari kita urai kontinum ini dari akarnya yang paling dalam: Keimanan adalah swa-ontologi, epistemologi, dan teleologi yang ditanamkan seseorang jauh di dalam kesadaran atau nuraninya. Keimanan ini, secara predisposisional atau nyaris naluriah, menjadi dorongan spiritual yang sangat kuat bagi segala pikiran, sikap, perkataan, dan perbuatan seseorang. Kesusilaan [pribadi] adalah koleksi penilaian mengenai...
Read More
ilustrasi AI
oleh: BONO BUDI PRIAMBODO IV. Hakikat Penelitian Hukum: Meditasi Nurani dan Penyembuhan Masalah Karena hukum bertumpu pada tritunggal norma, karsa, dan karya, maka paradigma penelitian hukum pun harus dirombak total. Hukum selalu meneliti, tidak pernah berhenti. Seorang yuris sejati adalah seseorang yang ciptanya selalu dipenuhi karsa untuk memelihara dan mewujudkan kebenaran. Apapun keadaannya, di mana pun...
Read More
1 2 3 4 5 6
X