ALC | Adat Law Center

Bale Puan FHUI Adakan Apresiasi Untuk Lomba Storytelling ” Stories of Adat & Gender”

Depok, 25 Februari 2026 – Klaster Riset Pusat Studi Hukum Adat (Adat Law Center) Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) melalui Project Bale Puan menyelenggarakan kegiatan apresiasi bagi para pemenang Lomba Storytelling bertema “Stories of Adat & Gender”. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan ruang akademik yang mendorong refleksi kritis atas relasi antara hukum adat, gender, dan dinamika sosial kontemporer.

Bertempat di Selasar Gedung ILRC FHUI, acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan sivitas akademika, antara lain Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan Dr. Brian Amy Prastyo, S.H., LL.M., MLI; Ketua Program Studi Sarjana Tiurma Mangihut Pitta Allagan, S.H., M.H., Ph.D.; Ketua Pusat Studi Hukum Adat Dr. M. Sofyan Pulungan, S.H., M.A.; Dr. Bono Budi Priambodo, S.H., M.Sc.; serta Dina Diana, S.H., LL.M. Kehadiran para pimpinan fakultas menegaskan dukungan institusional terhadap pengembangan riset dan diskursus hukum adat yang berperspektif gender.

Project Bale Puan diinisiasi oleh Dina Diana dengan latar belakang konseptual bahwa relasi antara nilai-nilai adat dan kehidupan modern kerap berada dalam ketegangan dialektis. Di satu sisi, modernitas mendorong kebebasan dan progresivitas; di sisi lain, tradisi dan akar budaya tetap menjadi fondasi identitas yang memerlukan pemaknaan ulang secara kritis. Dalam konteks tersebut, Bale Puan hadir sebagai ruang reflektif di bawah Klaster Riset Hukum Adat FHUI yang memfasilitasi dialog interdisipliner mengenai pertemuan, benturan, dan rekonstruksi nilai antara tradisi dan modernitas.

Secara substantif, Bale Puan dirancang sebagai wadah akademik yang inklusif bagi perempuan—serta laki-laki yang memiliki perhatian terhadap isu kesetaraan—untuk berbagi gagasan, melakukan diskusi ilmiah, dan mengembangkan penelitian terkait hukum adat dan gender. Melalui pendekatan yang humanistik, Bale Puan mendorong pemahaman hukum adat tidak semata sebagai norma normatif, tetapi juga sebagai praktik sosial yang hidup dan berkelindan dengan pengalaman perempuan dalam menghadapi perubahan sosial. Kegiatan ini juga berorientasi pada pengembangan riset populer dan aksi reflektif yang memiliki dampak sosial, sekaligus membangun komunitas akademik yang terbuka, kritis, dan suportif.

Lomba Storytelling Bale Puan bertema “Stories of Adat & Gender” diikuti oleh 14 mahasiswa FHUI angkatan 2025. Kompetisi ini menghasilkan tiga pemenang yang merepresentasikan perspektif perempuan dan perspektif laki-laki, sehingga memperkaya spektrum narasi mengenai pengalaman dan pemaknaan adat dalam kerangka relasi gender. Melalui pendekatan naratif, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi kreativitas mahasiswa, tetapi juga medium akademik untuk merefleksikan dinamika hukum adat dalam konteks sosial yang terus berkembang.

Leave a Reply

X